Kamis, 02 Februari 2017

PILIH HP ATAU PELAJARAN?


Pilih yang Mana??
Jika kita disuruh untuk memilih, mungkin sebagian orang pasti bingung akan pilih yang mana. Karena mengapa? Karena hp itu jika digunakan untuk hal-hal yang baik juga akan bermanfaat, terlebih-lebih dengan pelajaran. Banyak ilmu banyak pengetahuan akan memperluas cakrawala pemikiran kita terhadap hal-hal yang belum kita tahu menjadi tahu. Namun, remaja sekarang ini justru malah asyik-asyiknya menggunakan media sosial untuk hal-hal yang tidak penting, misalnya saja buat status di fb, line, bbm, twitter tentang keberadaannya sekarang. Apakah itu ada manfaatnya? Tidak kan? Kalopun ada, mungkin hanya sedikit manfaat yang diperoleh, yaitu orang akan tahu dimana posisi kita sekarang. Jika kita terus-terusan seperti itu, sungguh merugilah diri kita. Untuk bisa tersambung ke internet, kitapun harus memiliki kuota terlebih dahulu. Kuota itu dibeli dengan menggunakan uang kan? Uang itu kita dapatkan darimana? Apakah kita sudah mempunyai pekerjaan? Belum kan? Uang itu bisa jadi kita dapatkan dari orang tua. Nah, tidak kah kita pernah berpikir bagaimana susahnya orang tua kita untuk mencari uang dan kita hanya menggunakan uang itu secara semena-mena untuk hal yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Cobalah untuk mengerti perasaan orang tua kita sekali saja. Kita adalah remaja yang seharusnya sudah tau mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak. Hp adalah alat elektronik yang dapat dipakai untuk segala hal dalam artian yang sesuai dengan prosedur yang ada. Apa sajakah dampak dari penggunaan hp? Begitu banyak dampaknya. Namun, hp juga bisa dikatakan sebagai barang yang mempunyai nilai guna jika kita gunakan untuk mencari tugas, pengetahuan akan hal-hal yang tidak kita ketahui, dan lain sebagainya. Jadi, gunakanlah hp sesuai kebutuhan kita, janganlah terlalu terjerumus akan hal-hal yang tidak senonoh. Karena kita? Kita juga tidak mau dikatakan sebagai orang yang ketinggalan zaman, kita juga tidak mau dikenal sebagai orang yang kudet atau kurang update. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika kita mengikuti zaman modern yang membawa dampak positif untuk diri kita. Saatnya kita berubah untuk masa depan yang cerah gemilang. Remaja masa kini, remaja yang sehat, remaja yang berprestasi

#PIK-R MARIO SIPAKALEBBI #SalamGenRe 

Jumat, 20 Januari 2017

Rabu, 18 Januari 2017

Budaya Lokal yang Spesifik Menuju Remaja yang Beradab


Budaya Lokal yang Spesifik Menuju Remaja yang Beradab
Oleh: Kembi Arearahma (Siswa SMAN 1 MARIORIWAWO)
Indonesia adalah sebuah negara yang terkenal akan budayanya yang berbeda dalam setiap daerah. Itulah Indonesia, negeri yang punya banyak pulau serta daerah-daerah yang menjadi ciri khas tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Keberagaman dalam budaya Indonesia tercermin pada bagian budaya-budaya lokal yang berkembang di masyarakat. Keragaman tersebut tidak saja terdapat secara internal, tetapi juga karena pengaruh-pengaruh yang membentuk suatu kebudayaan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan sebagai peninggalan sejarah yang bersifat tradisional. Seperti tarian daerah,alat musik daerah,senjata tradisional,bahasa daerah,dan lain sebagainya. Di negara yang kita cintai ini, hampir setiap provinsi memiliki kebudayaan tradisionalnya sendiri, termasuk Kabupaten Soppeng, yang dijuluki sebagai “Kota Kalong”.
Budaya lokal di setiap daerah tentu berkembang melalui fase-fase yang signifikan karena akan berdampak sendiri bagi nilai-nilai sosial masyarakatnya, seperti halnya dengan kebudayaan di wilayah yang lain, Budaya Lokal pun semakin marak terjadi di berbagai wilayah Indonesia termasuk di Kota Soppeng ini. Perubahan budaya yang terjadi di kota Soppeng ini semakin hari semakin berkembang dan tereksplore. Bagaimana tidak? Dari dulu, kota ini memang dikenal sebagai kota yang penuh dengan berbagai adat dan budaya lokal. Budaya lokal inilah yang menjadikan kota Soppeng sebagai kota yang patut di contoh. Hal ini dibenarkan karena  pada hari Jumat (24/06/2016)Kabupaten Soppeng kedatangan puluhan pemuda asing yang berasal dari 12 negara. Mereka merupakan penerima Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI)”. Kunjungan ini dilakukan karena, mereka ingin lebih mengenal budaya lokal kabupaten soppeng. Suatu kebanggaan tersendiri bagi Bapak Bupati Kab.Soppeng Bapak H.Andi Kaswadi Razak karena dia sendirilah yang menjamu wisatawan tersebut. Budaya lokal yang ada seperti Makam Raja-raja Datu Mario yang ada di Jera Lompoe yang ada di Kabupaten Soppeng..
Kebudayaan suatu daerah tidak bisa lepas dari masyarakat yang menjaga serta mengembangkan nya. Oleh karenanya, budaya lokal di kota soppeng ini menjadi budaya yang lebih dikenal oleh orang luar bukan hanya karena budayanya saja, melainkan karena masyarakat nya yang sudah lama menjaga budaya lokal ini. Sepatutunya kita sebagai masyarakat yang mengajarkan budaya-budaya yang baik bagi generasi penerus, maka kita sebagai generasi penerus pun harus menghargai budaya yang ada serta menjaga atau bahkan menjadikannya lebih baik dan lebih bermakna dari yang sebelumnya.
Menjaga budaya bukan hanya berbentuk materi  bahkan juga bisa berbentuk tingkah laku seperti budaya kita yang lebih, menghormati yang tua apalagi yang dituakan bahkan jauh yang dipertuankan. Selanjutnya budaya yang mengarah kepada bentuk keagamaan seperti budaya “mengislamkan anak, qhatamul qur’an, barasanji, memperingati isra miraj, memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, dan lain sebagainya.  Inilah semua budaya yang patut kita letarikan dan terus kita pelihara. Budaya hormat ke orang tua, patuh dalam beretika otomatis disekolah pun harus diamalkan, menghormati guru beserta stafnya dan slaing menghargai teman yang satu dengan yang lainnya. Maka dengan mengamalkan budaya ini, lahirlah tingkah laku yang sopan, yang berperilaku amanah dan yang paling penting adalah harus beradab.
Marilah kita sebagai generasi penerus yang baik serta harapan seluruh orang tua kita. Kita  agar menjadi pribadi yang beradab, karena pribadi yang beradab adalah jalan untuk menuju kesuksesan. Dengan memperingati Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Okotober ini kita sama-sama tanamkan dalam hati tingkah laku yang beretika serta beradab . Generasi penerus adalah generasi yang sadar akan hukum. Artinya semua tingkah laku kita harus didsari atas hukum. Hukum dalam pribadi orang bugis terdahulu disebut adat. Jadi barangsiapa yang melanggar adat pasti dihukum.  Karena adat-adat itu merupakan aturan dalam tiap-tiap daerahnya. Mariilah kita membawa setiap adat kita ke arah yang lebih positif, karena adat dan budaya saling keterkaitan sehingga melahirkan tingkah laku yang disebut adab. Maka paslah emang Bapak Ir.Soekarno menjadikan adab di Indonesia sebagai hal yang sangat penting terbukti dituangkan dalam sila ke dua Pancasila yang berbunyi” Kemanusiaan yang adil dan beradab”.
Demikianlah yang sempat saya uraikan, adapun kekurangan maupun cara saya memberi informasi pasti masih jauh dari kata sempurna, untuk itu mohon kiranya dimaafkan. Wassallam.